Tampilkan postingan dengan label tehnologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tehnologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2014

SIM, Celana Dalam Online Yang Bisa Buat Sms


Sim, Celana Dalam Online Yang Bisa Buat Sms
AUSTRALIA (Berita SuaraMedia) - Suatu perusahaan di Australia memperkenalkan inovasi baru yang dapat menolong kaum jompo atau cacat yang tidak mampu mengurus diri.
Teknologi itu disebut SIMsystem alias celana dalam online atau daleman elektronik.

Celana Dalam yang dimaksud disini bukan celana dalam umum yang biasa digunakan sehari-hari.
Bukan juga celana dalam yang dipakai selebritis hollywood yang mahalnya minta ampun, atau ulah selebrity hollywood yang suka bikin sensasi tidak pake celana di tempat umum.

Celana dalam disini tidak lebih sebagai piranti elektronik untuk memudahkan penyandang cacat dan lanjut usia untuk mengganti celana dalam secara online .

Seperti diberitakan harian Australia, The Herald Sun, celana dalam online itu diperkenalkan oleh perusahaan Simavita. Celana itu dilengkapi suatu perangkat elektronik yang mampu mengirim sinyal khusus ke komputer dan diteruskan berupa pesan SMS atau pager.
Teknologi itu berguna untuk kaum jompo atau cacat yang sulit mengurus dirinya saat akan buang air besar.


Suster atau perawat di panti jompo langsung diberitahu melalui SMS atau pager berdasarkan kiriman sinyal yang dipancarkan dari celana dalam online yang dikenakan kepada orang yang kesulitan untuk buang air besar.

Menurut laman Simavita, celana itu dilengkapi elemen yang dapat diganti, mirip dengan popok. Selain itu juga terdapat sebuah transmitor kecil yang diselipkan di dalam popok untuk mendeteksi sensor melalui mekanisme tertentu yang bisa mengetahui bila si pemakai hendak buang air besar. Transmitor itulah yang akan mengirim sinyal ke komputer induk.  

Kepala Eksekutif Korporat Simavita, Philippa Lewis, daleman berteknologi canggih itu akan menghemat setengah dari waktu yang biasa diperlukan bagi para perawat dalam mengurus kaum jompo.

"Kami menciptakan SIMsystem untuk memberikan kenyamanan yang lebih besar sekaligus tetap menjaga martabat kaum jompo dan juga mengurangi secara signifikan biaya bagi fasilitas perawatan kaum jompo," kata Lewis, Jumat 26 Maret 2010.
Teknologi ini akan diperkenalkan di seluruh panti jompo di negara bagian New South Wales setelah sukses dikampanyekan di negara bagian Victoria. Celana Dalam yang dimaksud disini bukan celana dalam umum yang biasa digunakan sehari-hari. Bukan juga celana dalam yang dipakai selebritis hollywood yang mahalnya minta ampun, atau ulah selebrity hollywood yang suka bikin sensasi tidak pake celana di tempat umum. I(ar/vs/rd) www.suaramedia.com

Heart Of Home, Meja Masak Pintar Untuk Dapur Masa Depan


Heart Of Home, Meja Masak Pintar Untuk Dapur Masa Depan
STOCKHOLM (Berita SuaraMedia) - Perusahaan elektronik, Electrolux berinisiatif untuk mengembangkan konsep desain baru yang menggambarkan kehidupan masyarakat di masa yang akan datang.

Bayangkan apabila kita dapat memasak tanpa menggunakan panci dan wajan, tidak perlu lagi membaca buku resep atau tidak perlu khawatir akan kesegaran bahan makanan.
Lewat Heart of Home, perusahaan elektronik asal Swedia tersebut mencoba menuangkan ide masa depan yang memadukan meja dapur dan kompor dalam satu kesatuan.

'Heart of the Home' merupakan meja masak yang pintar yang dapat menyesuaikan bentuk sesuai dengan kebutuhan memasak. Hanya dengan menempatkan satu bahan makanan diatas kompor, Heart of the Home akan menganalisa bahan tersebut dan menampilkan berbagai macam resep yang sesuai dengan bahan tersebut.
Setelah memilih resep masakan yang diinginkan, pengguna dapat mengatur besar area memasak yang diinginkan hanya dengan menyentuh permukaan meja.
Sedangkan kedalamannya dapat diatur dengan menekan permukaan meja yang lunak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, menyentuh permukaan meja juga dapat dilakukan untuk menetapkan waktu dan temperatur yang diperlukan saat memasak.


Dalam Keterangannya, Jane Ritonga, Product Marketing Manager Fabric mengatakan, 'Heartof The Home mencoba untuk mengantisipasi kemungkinan ledakan populasi di perkotaan.

Menurut data dari PBB, 74% dari populasi dunia akan tinggal di daerah perkotaan pada tahun 2050. Dengan tingginya level urbanisasi, masyarakat  dituntut untuk lebih mempertimbangkan bagaimana memanfaatkan ruang, energi dan lingkungan secara efisien.

Sebab itu,lanjut Jane, Electrolux mengembangkan Heart of Home sebagai ilustrasi apa yang akan dihadapi masyarakat pada tahun 2050. "Kita membutuhkan rumah yang minimalis. Dengan keterbatasan ruang di kota besar di masa depan, rumah harus lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai situasi. Begitu juga dengan peralatan rumah tangga. Tidak akan ada ruang yang tersisa untuk peralatan yang hanya mempunyai satu fungsi," ujar Jane.

Ditambahkan Jane, kecanggihan teknologi merupakan suatu kebutuhan untuk dapat terus berkembang baik dalam lingkup lingkungan dan sosial. "Kita tidak dapat bertahan tanpa teknologi. Teknologi sangatlah penting saat ini, namun pada tahun 2050 kita tidak dapat hidup tanpa teknologi," kata Jane
Sejarah Heart of the Home

Pada tahun 2008 untuk pertama kalinya dalam sejarah masyarakat lebih banyak tinggal di wilayah perkotaan dibandingkan pedesaan. Menurut data PBB, telah diperkirakan bahwa pada tahun 2050, 74% populasi dunia akan tinggal diperkotaan. Sebagai referensi, pada tahun 1950, hanya 29% penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Berdasarkan perkiraan berikut, Electrolux mengembangkan Heart of Home sebagai ilustrasi apa yang akan dihadapi masyarakat pada tahun 2050:

1. Kebutuhan sosial sangatlah penting. Aktifitas sosial merupakan bagian penting dari kehidupan, terutama dengan keluarga dan teman. Peningkatan penggunaan peralatan berteknologi tinggi dalam bersosialisasi merupakan tanda bahwa kita ingin mengalami kehidupan sosial yang nyata dan sesungguhnya.

2. Kita membutuhkan rumah yang minimalis. Dengan keterbatasan ruang di kota besar di masa depan, rumah harus lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai situasi. Begitu juga dengan peralatan rumah tangga. Tidak akan ada ruang yang tersisa untuk peralatan yang hanya mempunyai satu fungsi.

3. Masyarakat harus lebih efektif. Ketika 74% dari 9 milyar orang tinggal didaerah perkotaan, setiap orang harus menyesuaikan gaya hidup mereka dengan apa yang tersedia. Pengolahan kembali barang-barang yang tidak terpakai harus dilakukan. Produk dan tempat yang hemat energi lebih dibutuhkan dari sebelumnya.

4. Kita tidak dapat bertahan tanpa teknologi. Teknologi sangatlah penting saat ini, namun pada tahun 2050 kita tidak dapat hidup tanpa teknologi. Kecanggihan teknologi merupakan suatu kebutuhan untuk dapat terus berkembang baik dalam lingkup lingkungan dan sosial.
Heart of the Home pertama kali diperlihatkan di DesignBoost di Stockholm. Design Boost adalah seminar dimana para ahli berkumpul dan mendiskusikan pikiran inovatif mereka dalam meningkatkan kompetensi suatu produk melalui desain dan fungsi kreatif lainnya secara menyeluruh. (ar/ok/ki) www.suaramedia.com

Selasa, 15 Juli 2014

Jepang Kembangkan Robot Cekatan Pembantu Pasien Penderita Stroke


Jepang Kembangkan Robot Cekatan Pembantu Pasien Penderita Stroke
TOKYO (Berita SuaraMedia)  - Tidak hanya ingin berkutat di dunia otomotif, Toyota rupanya semakin berhasrat untuk mengembangkan teknologi robotika.

Bahkan, perusahaan asal Jepang ini kabarnya tengah menciptakan robot terapi khusus penyakit stroke.

Ide di balik robot ini adalah menciptakan sebuah robot yang bisa membantu para pasien yang terkena stroke, terlebih bagi mereka yang telah menderita lumpuh satu bagian sisi tubuh.

Toyota rupanya tak sendirian dalam penggarapannya, mereka mengajak kerja sama Universitas Fujita Health untuk menguji robot terapi ini.

Diberitakan Slash Gear, Selasa (7/6/2011), kabarnya Toyota sedang menciptakan versi baru robot tersebut dengan bobot yang lebih ringan namun tetap bisa cekatan untuk mengerjakan segala pekerjaan.

Nantinya robot ini akan berada di sisi pasien untuk menopang tubuh mereka ketika sedang berjalan.


Baik menggunakan tangan maupun bahu robot, tergantung pada kebutuhan pasien.

Namun sayang, belum begitu banyak informasi yang bisa dikorek mengingat robot ini tengah diuji.

Agaknya pihak universitas dan Toyota masih menjaga informasi rapat-rapat pada ciptaan baru mereka. Mudah-mudahan saja kita bisa segera melihat lebih banyak robot dalam waktu dekat. (ar/dt/sglg) www.suaramedia.com

Funktionide, Robot Lembut Pengganti 'Pacar' di Masa Depan


Funktionide, Robot Lembut Pengganti 'pacar' Di Masa Depan
BERLIN (Berita SuaraMedia) - Ahli robotika Jerman, Stefan Ulrich, mengembangkan sebuah robot berbentuk bantal yang diklaim bisa merasakan emosi manusia.
Robot bantal bernama Funktionide ini mampu membantu seseorang membunuh rasa kesepian.

Funktionide dilengkapi dengan sensor khusus yang dapat bereaksi terhadap sentuhan pemiliknya.

Robot berbentuk bantal ini bisa menunjukkan seseorang apakah sedang dalam keadaan bahagia atau mungkin sedang jatuh cinta.
Funktionide bisa membungkus pemiliknya dan bahkan memberi mereka pelukan.

Robot ini awalnya dikembangkan untuk meringankan seseorang dari rasa kesepian. Funktionide menggunakan teknologi otot buatan.

Ulrich melakukan penelitian ke dalam plastik yang akan berubah bentuk ketika sebuah arus listrik diterapkan. Baha ini  disebut juga dengan polimer elektro aktif.


Funktionide bereaksi terhadap tekanan, temperatur kulit dan warna untuk menghasilkan respon seperti reaksi manusia.
"Robot ini bisa menggantikan kebutuhan akan rasa rindu terhadap kekasih," kata Ulrich seperti diberitakan Digital One.

"Orang-orang sudah terbuai dalam harta benda. Dan melindungi diri dari kehidupan nyata dengan teknologi. Jadi jika robot dan benda dapat memenuhi semua kebutuhan emosional mereka juga,. Mengapa mereka membutuhkan manusia lainnya?" kata Ulrich.

Sebelumnya, pada Juni 2011, ahli robotika Jepang, Hiroshi Ishiguro juga telah mengembangkan robot Telenoid R1. Robot tersebut seukuran bayi namun tidak memiliki lengan atau kaki. Telenoid adalah perangkat komunikasi yang sensitif, yang mampu menangkap gerakan pengguna melalui webcam dan kemudian merekam dan menyimpannya.

"Jika seorang teman berbicara dari Telenoid, kita dapat membayangkan wajah teman di wajah telenoid itu, dan melepaskan rasa rindu bersama," kata Ishiguro diberitakan Daily Mail.

Funktionide sejatinya adalah sebuah konsep untuk menghubungkan manusia dengan robot secara emosional, di masa depan nanti bukan tidak mungkin teknologi seperti ini akan memainkan peran besar bagi kehidupan kita.

Namun, bagaimana mungkin masa depan seperti itu akan terjadi? atau apakah tandanya manusia bisa jatuh cinta pada mesin suatu hari nanti? atau justru mesin yang jatuh cinta terhadap manusia? Semoga saja tidak. (ar/ok/gmd) www.suaramedia.com

Minggu, 13 Juli 2014

Inilah Manusia Dengan Jantung Portable Pertama di DuniaI

Inilah Manusia Dengan Jantung Portable Pertama Di Dunia
ARIZONA (Berita SuaraMedia) - Charles Okeke, pria 43 tahun asal Phoenix Arizona, Amerika Serikat, tak pernah menyangka akan menjadi orang pertama yang bergelar "manusia berjantung artifisial".

Gelar yang sudah disandangnya dua tahun belakangan itu, ia dapatkan setelah tubuhnya menolak keberadaan jantung yang ditransplantasikan kepadanya, sejak berusia 30 tahun. Sejak itulah, hidup Okeke Inilah Manusia Dengan Jantung Buatan Portable Pertama di Duniabergantung kepada mesin seberat 181 kg.

Selama sekitar dua tahun, ia harus hidup di Rumah Sakit Mayo Clinic Phoenix, karena harus selalu berada dekat dengan mesin seukuran mesin cuci, yang berperan menyuplai darah ke seluruh tubuh.

Untungnya, perusahaan perangkat kesehatan SynCardia berhasil membuat jantung artifisial terkecil di dunia, sebutannya Total Artificial Heart. Lembaga pemerintah bidang makanan dan obat-obatan baru saja menyetujui penggunaan alat ini, dan Okeke menjadi orang pertama yang menggunakan peranti portable, bisa dibawa kemana-mana, seberat sekitar 6 kg itu.

Ukuran jantung buatan ini bisa jauh lebih kecil ketimbang perangkat sebelumnya, karena sensor-sensor yang digunakannya juga mengecil.


"Sensor-sensor yang dulu besarnya seukuran kaleng sup, sekarang besarnya hanya seperempatnya. Ini memungkinkan kita untuk mengurangi ukuran seluruh konsol," kata Steven Langford dari SynCardia.

Jantung artifisial portable itu dijual SynCardia seharga US$125.000 dengan biaya perawatan US$18.000 per tahun. Ditenagai oleh sebuah baterai, dan dilengkapi empat katup, alat ini menggantikan peran ventrikel-ventrikel jantung untuk memompa darah ke berbagai organ lain seperti hati, atau ginjal.

Berkat total artificial heart, Okeke kini bisa meninggalkan rumah sakit dan pulang ke rumah yang telah ia tinggalkan selama dua tahun. Ia bisa beraktivitas lebih leluasa, karena jantung buatannya kini bisa ia tenteng ke mana-mana di dalam tas punggungnya.

"Kini saya adalah manusia yang bahagia, sebagaimana Anda lihat saat ini. Saya bisa tidur di tempat tidur saya sendiri setelah dua tahun tidur di rumah sakit," ." kata Okeke.
Okeke memang masih harus berlatih keras untuk menjaga kebugaran tubuhnya, sementara masih menunggu jantung dari donor, untuk ditransplantasikan kembali ke dalam tubuhnya. Tapi, selama ia belum menemukan jantung yang tepat, dokter memperbolehkannya untuk menggunakan jantung buatan portabel ini, hingga waktu yang tidak terbatas. (ar/vs/kb/tbn) www.suaramedia.com

SKARP, Desain Dapur Masa Depan Yang Canggih Dan Mandiri

Skarp, Desain Dapur Masa Depan Yang Canggih Dan Mandiri
LONDON (Berita SuaraMedia) - Sebuah perusahaan furnitur asal Swedia, IKEA (Ingvar Kamprad Elmtaryd Agunnaryd), merancang sebuah bentuk dapur masa depan yang bernama SKARP.

Telah diramal, bahwa pada tahun 2040, dapur akan 'hidup'.

Dapur akan bisa membaca mood kita, mengatur pencahayaan dapur, menyarankan resep, bahkan bisa membersihkan sendiri secara otomatis.

Dapur tersebut juga akan menjadi mesin yang pintar dan menyesuaikan dirinya dengan selera pemiliknya, Demikian seperti yang diberitakan Pocket-Lint.

"Mayoritas dari kita menghabiskan waktu sebanyak hampir satu bulan dari total satu tahun yang ada. Dapur telah menjadi 'hati' dari sebuah rumah tinggal," jelas Carole Reddish, managing director deputy dari IKEA UK & Ireland.

Saat ini IKEA telah merancang konsep dapur SKARP, sebuah ruangan kecil dengan gadget yang banyak.


Gadget-gadget tersebut akan terkoneksi satu sama lain dengan sebuah alat yang menyerupai iPad, lengkap dengan tombol untuk memerintahkan masak atau membersihkan.

Perusahaan tersebut juga sadar akan pentingnya isu ramah-lingkungan dalam merancang dapur tersebut.
Oleh karena itu mereka pun berupaya membuat dapur tersebut 'seramah' mungkin.
"Kami pikir bahwa ekonomi dan perubahan sosial berpengaruh pada kesehatan kita khususnya, lingkungan yang berpengaruh pada perancangan dapur kita di masa depan." tambah Reddish. (ar/ok/egd) www.suaramedia.com

2013, Pemerintah Targetkan Bangun Industri Nano TeknologiI

2013, Pemerintah Targetkan Bangun Industri Nano Teknologi
JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri dalam negeri bisa menggunakan nano teknologi dari hasil riset and development (R&D) yang dilakukan oleh Kemenperin dan Kementerian Riset dan Teknologi.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Dedi Mulyadi mengatakan, pihaknya berharap dalam waktu tiga tahun ke depan riset gabungan tersebut sudah dapat menghasilkan setidaknya satu produk nano teknologi yang dapat diaplikasikan di industri nasional.

"Karena kebutuhan nano teknologi di industri nasional sangat besar. Sebagian besar nano teknologi yang digunakan industri nasional adalah produk dari luar negeri," kata Dedi di Jakarta.

Selain itu produk nano teknologi buatan dalam negeri, diklaim Dedi, akan mengurangi biaya perusahaan karena harga jualnya yang lebih rendah.

"Selama ini, produk nano teknologi yang dibuat R&D dalam negeri hanya sebatas prototype bukan untuk diaplikasikan," jelasnya.

Dedi mengatakan, pada saat ini sebanyak 12 perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi mikro dan nano teknologi Indonesia  siap untuk mengunakan hasil dari R&D gabungan.


"12 perusahaan ini  bergerak di sektor industri keramik, tekstil, kosmetik dan cat. Kalau yang akan diproduksi, sesuai dengan kebutuhan mereka, dan akan langsung mengunakan," tuturnya.

Menurutnya, BPPI telah mendapatkan penghargaan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) sebagai lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) pemerintahan terbaik.

"Kalau target kami pada 2013 itu tidak tercapai, maka saya akan kembalikan penghargaan itu," tegasnya.

Untuk mempromosikan hasil-hasil penelitian litbang industri, BPPI akan menggelar Research and Development (R&D) Expo pada 9-12 Juni di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Acara ini bertujuan agar kemajuan riset nano teknologi yang sudah ada, bisa tersosialisasi dan digunakan dengan baik.

Selain itu, kapasitas dan produktivitas penelitian serta industri dapat meningkat. Sehingga, dapat mendongkrak kontribusi sektor industri terhadap perekonomian nasional.

R&D Expo 2010 akan menghadirkan sekitar 90 stan yang berasal dari sektor pertahanan dan keamanan, pangan, energi, kesehatan, teknologi komunikasi dan informasi, transportasi dan obat-obatan.

"Kita targetkan 1.500 pengujung, dana aka nada transaksi bisnis," terangnya.

Pameran tersebut, kata dia, bertujuan untuk mendekatkan nanoteknologi kepada dunia usaha.

"Mudah-mudahan akan ada kerja sama bisnis,"ujar Dedi.

Presiden SBY, lanjutnya, juga menyarakankan agar nanoteknologi bisa dikuasai oleh Indonesia.

Dedi mengakui, hingga saat ini, nanoteknologi belum digunakan secara maksimal di industri dalam negeri.

"Sampai saat ini, belum digunakan sama sekali di industri kita,"ucapnya.

Sementara itu, Director EdWar Technology Edi Sukur mengatakan, ukuran nano sangat kecil, sehingga untuk melihatnya harus menggunakan mikroskop khusus. Dan mikroskop khusus ini belum pernah dibuat di Indonesia.
"Ukuran nano itu seperti bola basket berbanding dunia, harus menggunakan mikroskop khusus untuk melihatnya, mikroskop ini harganya sekitar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar," kata Edi. (ar/z2k) www.suaramedia.com

Jepang Siap Pasarkan Robot Pembaca PikiranI

Jepang Siap Pasarkan Robot Pembaca Pikiran
TOKYO (Berita SuaraMedia) - Kemajuan teknologi memang tidak pernah berhenti. Selama masih ada akal dan kemauan, teknologi akan terus semakin canggih. Seperti yang akan dilakukan Jepang

Para ilmuwan di negeri tersebut bersiap mengembangkan robot pembaca pikiran dan kemampuan menggerakkan berbagai barang elektronik hanya dengan pikiran.

Seperti diberitakan AFP, Rabu (22/06/2011), berbagai perangkat yang akan dikembangkan tersebut di antaranya meliputi televisi, ponsel, sistem navigasi pada mobil dan pendingin ruangan.

Semua perangkat tersebut nantinya akan menggunakan teknologi interface berbasis mesin pembaca otak. Terdapat sensor pada headset yang bekerja menganalisa gelombang otak dan pola aliran darah.

Lebih jauh dari para ilmuwan ini adalah, robot tersebut nantinya diharapkan dapat membantu berbagai aktivitas manusia.
Seperti mampu membaca keinginan pemirsa televisi sehingga otomatis merubah chanel tanpa menggunakan remote.
Bila berbentuk ponsel genggam maka penulisan SMS bisa dilakukan dengan memikirkan apa yang akan ditulis tanpa harus mengetikannya.


Tidak hanya itu, mesin ini bisa diaplikasikan pada sistem navigasi mobil. Sehingga bila pengemudi ingin makan maka mobil otomatis akan mencari restoran.
Kalau diaplikasikan pada AC maka dapat merubah suhu bila orang yang ada dalam ruangan merasa panas atau dingin.
Bahkan robot ini juga diimpikan dapat tahu kapan akan dibutuhkan untuk membawa barang berat pada orang lanjut usia atau cacat fisik
Yang paling menarik adalah rancangan robot yang bisa mengetahui apa yang diinginkan seseorang. Robot ini dimaksudkan untuk merawat dan melayani pasien tuna daksa dan manula.

Teknologi ini rencananya akan segera dipasarkan tahun ini, bekerjasama dengan perusahaan teknologi besar seperti Toyota, Honda, Hitachi, dan lembaga teknologi ternama di Jepang seperti National Institute of Information and Communications Technology, Osaka University dan Advanced Telecommunications Research Institute International. (ar/ok/dtk/blg) www.suaramedia.com

Minggu, 22 Juni 2014

mesin cuci yang paling hemat air

Jul 09, 2011
Mesin Cuci Canggih, Bersihkan Pakaian Dalam Keadaan Kering

 mesin cuci yang paling hemat air,


LONDON (Berita SuaraMedia) - Ilmuwan Inggris menciptakan mesin cuci yang paling hemat air, karena nyaris tidak menggunakan air dan membersihkan pakaian kotor dalam keadaan kering.

Pengguna hanya tinggal melempar pakaian kedalam mesin, dimana terdapat butir-butir plastik kecil khusus, yaitu bahan polymer yang berfungsi sebagai pembersih kotoran.

Setelah cucian bersih, butir polymer itu kemudian hanya tinggal dibersihkan dari cucian. Butir polymer ini dapat digunakan ratusan kali dan berdampak pada penghematan energi listrik dan bahan detergent. 

Telegraph, Sabtu (08/07/201) melansir, pengembang mesin cuci ini, Xeros yang berpusat di Catcliffe, dekat Rotherham menyebutkan, teknologi hijau yang mereka ciptakan mengurangi jumlah footprint karbon dari kegiatan mencuci menggunakan mesin cuci konvensional. Yang lebih penting lagi, mesin cuci ini dapat menghemat miliaran liter air.

"Ambisi kami, selama teknologi ini memberikan keuntungan, kami rasa temuan ini menjadi platform teknologi baru untuk sebuah binatu," kata Bill Westwater.


Westwater menambahkan bahwa sekarang adalah saatnya untuk menawarkan sesuatu yang 'hijau' bagi Bumi dengan sistem mesin cuci yang hemat air ini. Xeros berharap produknya akan segera dikomersilkan pada akhir tahun, dengan hotel, binatu, dan rumah-rumah panti menjadi target utama produk ini. (Telegraph/kz) www.suaramedia.com

Jumat, 20 Juni 2014

Perlahan Manusia Terkikis Oleh Robot

Perlahan Manusia Terkikis Oleh Robot
LONDON - (Berita SuaraMedia)  Kemajuan teknologi robot dapat menggantikan tentara manusia di medan perang. Kemungkinan ini tentu bukan isapan jempol semata. Seperti film Terminator, robot-robot mendominasi medan perang dan lebih efektif dalam menumpas musuh.

Apa yang terjadi di film Terminator ternyata dapat terelasisasi di medan pertempuran saat ini. Itu artinya, baku tembak di pertempuran bisa digantikan oleh robot, seiring meningkatnya protes banyaknya tentara manusia yang tewas di medan laga.

Diperkirakan, perang di masa depan akan lebih banyak dimainkan oleh robot-robot berteknologi tinggi. Tujuan utamanya untuk meminimalisir jumlah korban prajurit yang bertempur. "Kini, sekitar 8.000 robot telah diterjunkan di medan perang. Mereka dipercaya akan membawa misi revolusi militer. Sebagian besar robot kini diterjunkan ke darat dengan tugas non-tempur seperti penjinakkan bom dan pesawat tanpa awak," paparnya.

Quinn mengutarakan, di masa depan sangat menjanjikan penggunaan lebih banyak tentara robot di medan tempur, termasuk kendaraan perang tanpa awak manusia. "Semakin dekat, Anda akan ditembak. Inilah kelebihan robot yang mampu dikendalikan dari jarak jauh," paparnya, seperti dikutip dari BBC.


Dia menegaskan, robot-robot bersenjata itu hanya dioperasikan dibawah kontrol tentara manusia. Alasannya, hingga kini, kata dia, robot tidak dapat beroperasi sendiri. Namun, menurut Peter Singer, penulis buku Wired for War, kecepatan perang modern akan membuat kontrol manusia semakin sulit.
Seperti halnya sistem pertahanan artileri otomatis yang diterapkan di Afghanistan. "Sistem tersebut akan menembak jika ditembak. Kita tidak dapat menghentikannya, kita hanya dapat mengaktifkannya," papar Singer.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana jika robot tersebut menyerang target yang tidak seharusnya dan melanggar hukum perang? Akademisi Amerika Serikat Patrick Lin yang bekerja untuk membuat etika robot untuk militer, mengungkapkan, robot dapat diprogram untuk mengikuti standar tertentu.

Meski demikian, dia tetap mempertanyakan, "Benarkah kita dapat melakukan itu dengan komputer kita?" ujarnya. Saat ini, Amerika Serikat (AS) telah menggunakan robot-robot canggih di pertempuran, baik itu di Irak maupun di Afghanistan.

Pentagon telah membuat kendaraan tanpa pengemudi yang disebut EATR. Robot mobil itu dapat mengisi ulang bahan bakar sendiri dengan materi organik ketika berjalan jarak jauh. Penemu EATR, Dr Robert Finkelstein dari Robotic Technology Inc, mengungkapkan, penemuannya membutuhkan bahan-bahan organik sebagai bahan bakar dan lebih vegetarian dibandingkan manusia.

"Robot hanya dapat melakukan apa yang diprogramkan, dan dia memiliki fitur-fitur tertentu," tambahnya. Menurut Finkelstein, robot mampu menghindari kesalahan yang dilakukan prajurit manusia. Dia menuturkan, robot diprogram dengan secukupnya dan dibuat agar sedikit melakukan kesalahan seperti membunuh warga tak bersalah, dan kelompok bukan musuh.

"Robot tidak memiliki ikatan emosional, mereka tidak memiliki rasa takut, mereka dapat bertindak dalam beberapa situasi," ungkapnya. Namun, pihak yang lebih skeptis seperti Profesor Noel Sharkey, pendiri Komite Internasional untuk Kontrol Robot Bersenjata, mengatakan manusia lebih akuntabel sedangkan mesin tidak.

"Anda dapat melatih robot seperti apa pun yang Anda inginkan, dan menjadikannya mematuhi semua aturan di dunia. Tapi, jika apa yang diprogramkan tidak benar, jadi ya begitulah," paparnya.

Dengan revolusi militer, Christopher Coker dari the London School of Economics, menjelaskan, komputer tidak mampu menstimulasikan "etos pahlawan", pemikiran, dan etika tentara profesional. Selama ini, revolusi militer robot telah diterapkan dalam pesawat udara seperti pesawat tanpa awak milik AS di Afghanistan.

Sedangkan penerapan robot di darat, masih terbatas. Sementara itu, Yoshiyuki Sankai, pakar robot ternama dari Jepang, menciptakan HAL (hybrid assistive limb), yaitu pakaian robotik yang telah dikembangkan untuk membantu gerakan dan menambah tenaga orang yang memakainya.

Sankai menerima undangan resmi dari Departemen Pertahanan Jepang untuk mempresentasikan "pakaian robot" yang dibuatnya. Sedanngkan Brian Hart yang kehilangan putranya, John Hart, yang gugur dalam perang Irak pada Oktober 2003, membuat Brian sukses menciptakan robot pendeteksi bom.

Dia pun membuat sebuah kendaraan robot yang dirancang khusus untuk menjinakkan bom. Robot yang dinamakan LandShark (Hiu Darat) itu dilengkapi sejumlah sensor canggih yang dapat mendeteksi dan menonaktifkan bom

Seperti yang kita tahu bahwa dewasa ini memang Kemajuan kecerdasaan buatan meningkat dengan sangat mengagumkan. Dimulai dari lahirnya Deep Blue yang diciptakan oleh IBM, yang mampu mengalahkan pecatur legendaris Kaskarov. Serta proyek ambisius negara Jepang untuk menciptakan komputer generasi ke 5 yang berbasis Artificial Intellegence.

Tapi tahukah kamu bahwa pengembangan - pengembangan robot semacam ini telah ada sejak  zaman dahulu,  Ternyata bentuk robot atau makhluk yang seperti robot telah ada sebelum jaman masehi. Kita mungkin telah mengenal beberapa legenda masyarakat eropa tentang Golem (Makhluk seperti manusia yang terbentuk dari batu atau tanah liat) atau para pembantu Hephaestus yang terbuat dari mesin - mesin dari Yunani. Tapi tidak hanya berupa imajinasi saja, Ctesibius dari Alexandria (250 SM) telah berhasil membuat organ (alat musik) otomatis.

Lalu sarjawan muslim, Al - Jazari (1136 - 1206 ) yang membuat sebuah rancangan tentang robot yang dapat diprogram. Robot menurut etimologinya berarti pekerja, yang bekerja keras, atau budak. Robot dapat diartikan sebagai mechanical creature (makhluk yang berbentuk seperti mesin). Keinginan manusia untuk menciptakan sebuah makhluk cerdas yang dapat bekerja tanpa protes dan patuh telah dilakukan sejak jaman renessaince hingga kini. Mulai dari sekedar rancangan dan impian lalu kini telah menjadi kenyataan

Demikian pula kemajuan embedded system khususnya dibidang robotika. Kelahiran P3 yang menjadi cikal bakal ASIMO sebagai robot humanoid yang telah diterapkan untuk membantu manusia, telah menunjukkan betapa dahsyatnya perkembangan teknologi embedded khususnya bidang robotika.
Perkembangan robot saat ini ternyata dipandang positif oleh departemen militer Amerika Serikat. Dimulai dari proyek pesawat tanpa awak yang digunakan pada perang teluk II dan hingga robot yang mampu mendeteksi arah tembakan sniper. Pengembangan robot yang mampu menggantikan tentara manusia di medan perang tidak mustahil telah dilakukan oleh negara - negara maju. Makalah ini berfokus kepada kehadiran robot militer di masa depan, dimana di satu pihak kehadiran robot ini oleh pengembangnya dipandang dapat menurunkan angka kematian prajurit. Di pihak yang lain, keberadaannya hanya memperburuk keadaan saat ini.

Kemajuan perangkat keras khususnya mikroprosessor dan mikrokontroller turut serta mengambil bagian dalam teknologi robot. Mikroprosessor yang menjadi bagian terpenting dalam teknologi robot, mengakibatkan robot tidak lagi hanya dapat berjalan, tetapi dapat tersenyum, tertawa, sedih dengan melihat keadaan sekitar seperti Kismet robot buatan Dr Cynthia. Penemuan ini lalu mengakibatkan pembuatan robot tidak hanya berkonsentrasi pada gerak, jumlah kaki dan tugas kerja saja. Keinginan untuk dapat membuat robot yang memiliki perasaan seperti layaknya manusia dan kecerdasaan seperti manusia pun mulai dilakukan. Mimpi ini mungkin telah diwakili oleh film - film animasi Jepang seperti Astro  Boy atau Doraemon.
Jepang merupakan negara yang menghabiskan dana terbesar dalam riset dan proyek penelitian robot. Hal ini dapat dilihat dari implementasi robot yang dilakukan oleh negara ini. Mulai dari robot pelayan yang menyajikan makanan hingga robot yang mampu menggantikan seorang presenter televisi.

Sisi ambisius manusia dalam pengembangan robot ternyata tidak hanya berhenti pada bidang pelayanan umum. Keinginan membuat sebuah alat perang yang tidak mungkin menolak perintah dan tidak ragu dalam mengerjakan misi tentunya menjadi impian para petinggi militer di negara manapun juga.
Prajurit manusia dianggap memiliki banyak sekali kelemahan, seperti moral yang kadang naik dan turun. Keterlibatan perasaan saat menjalankan misi dan kemampuan untuk membangkang dari perintah. Hal ini juga tidak terlepas dari kurangnya minat para pemuda di negara maju untuk menjadi tentara. Sehingga wajib militer pun harus dikeluarkan. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah ketika seorang prajurit gugur di medan perang, kepada keluarga yang ditinggalkan.

Hal - hal seperti diatas lah yang mengakibatkan sebuah robot yang dapat berperang dan menggantikan peran tentara di medan perang sangat dibutuhkan.
Bila dilihat dari sisi ekonomis tentunya ini lebih murah dibanding biaya yang harus dikeluarkan untuk mentraining seorang manusia untuk dapat menjadi tentara yang baik.

Dari sisi delivery, robot tentara lebih unggul dari prajurit manusia. Robot tentara dapat diproduksi masal. Bisa jadi sebuah pabrik dapat menghasilkan puluhan ribu robot dalam sebulannya, dibandingkan harus mencari dan merekut pemuda yang berusia 18 - 25 tahun.

Banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh oleh sebuah negara jika mampu mengembangkan robot tentara ini. Tidak ada lagi prajurit yang harus dikobarkan, dan tidak ada lagi keluarga prajurit yang harus menangis karena sanak keluarganya tewas di medan pertempuran.

Amerika sebagai negara adikuasa tentunya sudah memikirkan masak - masak tentang robot - robot yang mampu berperang. Kehadiran pesawat  tempur tanpa awak dalam perang teluk ke II sudah menunjukkan keseriusan militer Amerika dalam pengembangan embedded system, kecerdasaan buatan dan teknologi robot di bidang militer.

Seperti yang telah kita ketahui, internet mulanya adalah proyek Departement of Defense Amerika Serikat untuk membuat sebuah sistem komunikasi yang tidak akan mudah hancur karena serangan fisik. Teknologi wireless seperti handphone yang kini telah menjadi kebutuhan sehari - hari komunikasi di Indonesia, juga tidak terlepas dari kebutuhan militer yang berkeinginan agar setiap prajurit dapat berkomunikasi dengan pusat komando dengan mudah. Atau di Indonesia sendiri, penggunaan robot oleh tim Gegana dalam menjinakkan bom juga termasuk contoh implementasinya.

Israel sendiri sebagai negara yang memiliki hubungan tidak baik dengan para negara tetangganya juga dikabarkan telah mengembangkan tank - tank wireless yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Tentunya hal ini sangat luar biasa bila dilihat dari sisi teknologi embedded. Dapat saja terjadi di masa depan dimana setiap instrumen - instrumen militer dapat digerakkan dari jarak ribuan kilometer.

Jika tadi kehadiran robot - robot militer dilihat dari sudut pandang yang menguntungkan, tetap saja robot - robot militer tersebut tetap memiliki tujuan yang sama dengan tentara manusia yaitu sebagai alat yang digunakan untuk menghancurkan musuh. Tetap saja sasaran - sasaran yang dihancurkan sama, jika tidak perangkat militer, bangunan pasti manusia. Hal - hal inilah yang mungkin membuat beberapa peneliti / pengembang tidak setuju penggunaan robot dalam militer.

Robot - robot ataupun instrumen militer yang dibuat tentunya lebih efektif dibandingkan tentara manusia, mereka tidak ragu dalam menembakan peluru, rudal maupun misil ke arah orang dewasa maupun anak - anak. Tidak ada perasaan yang dilibatkan hanya perintah dan kode - kode instruksi yang  dijalankan dalam bentuk bit - bit oleh mikroprosessor, 100% efektif.

Manusia pun juga sudah menyadari akan ketakutan tentang kehadiran robot - robot dalam militer. Hal ini dapat dilihat dari film Terminator yang diproduksi oleh Hollywood. Dimana robot - robot militer lepas kontrol

Penggunaan embedded system dan artificial intellegence memberikan kemudahan pada manusia di berbagai bidang. Implementasi dari embedded system dan artificial intellegence adalah teknologi robotika. Fungsi robot sangat membantu baik di bidang industri hingga medis. Robot juga memiliki kemampuan menggantikan manusia dalam mengerjakan pekerjaan yang berbahaya seperti peran astronot di stasiun antariksa.

Polemik penggunaan teknologi robot dalam bidang militer telah menjadi perdebatan para ahli. Baik itu keuntungan yang dapat diperoleh serta kerugian yang akan dirasakan. Setiap teknologi yang diciptakan manusia dapat menjadi pedang bermata dua yang tiba-tiba dapat menyerang siapapun termasuk tuannya sendiri. Hal ini telah diketahui semenjak dinamit hingga bom atom ditemukan

Toyota Kembangkan Robot "Sahabat Manusia"

TOKYO - (Berita Suaramedia) Perusahaan produsen mobil terkemuka, Toyota mengembangkan robot yang dijuluki "best friend" (sahabat manusia). Robot tersebut diperuntukkan untuk keluarga di rumah, dirancang untuk dapat mengambil benda dan memberikannya kepada pemiliknya.

Dilansir Theage, Jumat (28/9/2012), robot yang disebut Human Support Robot ini didesain dengan mesin kompak berbentuk silinder 37 centimeter dalam diameter serta memiliki tinggi 130 centimeter. Robot ini bisa secara remote dikendalikan melalui komputer tablet untuk mengenali benda-benda di rumah.

Human Support Robot terinspirasi dari anjing peliharan yang gemar mengambil benda untuk majikannya, kemudian perusahaan raksasa pembuat mobil asal Jepang itu merancang robot untuk melakukan tugas-tugas sederhana melalui perintah dari pemiliknya.

Selain lengan pencapit, Human Support Robot juga memiliki pad penghisap kecil, untuk "memegang" benda yang dibawanya. "Robot ini masih memiliki tantangan seperti memilih benda dari sebuah laci yang berisi segala macam hal," ujar Takasi Yamamoto, General Manager Toyota Advanced Technology Engineering Department.

Ia mengatakan, menemukan barang tertentu secara otomatis yang dilakukan robot pintar ini masih merupakan tantangan yang sulit. Robot tersebut harus mengenali terlebih dahulu benda apa yang dimaksud, untuk kemudian ia "genggam" dan diberikan kepada pemiliknya.

Kabarnya, robot ini lebih dikhususkan bagi pemiliknya yang telah manula. Produk yang membantu pekerjaan orang tua ini termasuk bisnis besar di Jepang.

Toyota telah menerapkan teknologi yang dikembangkannya untuk mobil, seperti sistem kontrol yang tepat untuk motor penggerak berkecepatan tinggi. Teknologi tersebut diadopsi dan didesain khusus untuk robot buatannya

Robotika Indonesia Tak Kalah Dari ASEAN

Robotika Indonesia Tak Kalah Dari Asean
JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Indonesia tidak ketinggalan dalam pengembangan teknologi robot dibanding negara ASEAN lainnya, meskipun jika dibandingkan dengan Jepang atau Korea masih tertinggal jauh.

"Perkembangan robotika di Indonesia akhir-akhir ini lumayan pesat. Tapi agar lebih mampu bersaing di dunia dibutuhkan dukungan pemerintah yang lebih intens tentunya dengan dukungan biaya yang tidak sedikit," kata Pakar Mekatronika/ Robotika dari UI, Dr Abdul Muis M Eng di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, dibandingkan dekade lalu sekitar tahun 2000, sangat jarang dijumpai perguruan tinggi yang memiliki perkuliahan yang khusus tentang robot, namun sejak mulai maraknya lomba robot, kini hampir di setiap perguruan tinggi terkemuka memiliki tim robot.

Ia mengatakan, saat ini Jepang masih terdepan dalam dunia robot, namun pengembangan robot untuk generasi mendatang di dunia, diperkirakan akan dipimpin oleh Korea Selatan.


"Korea telah membuat robot center yang sangat besar sebagai tempat pengenalan dan sosialisasi teknologi robot. Setiap sekolah di sana juga diundang dan dibiayai untuk melakukan tur studi ke robot center. Sementara China juga tak kalah cepat perkembangan teknologi robotnya," katanya.

Sedangkan teknologi robot di Amerika Serikat juga masih terdepan, di mana riset-riset tentang robot dilakukan dengan dana yang tak terbatas dari militer.

Muis yang meraih gelar master dan doktornya di Keio University, Jepang, institusi yang memiliki Ohnishi lab dan dikenal sebagai pioner pengembangan teknologi haptics untuk surgery robot, menyatakan perbedaan signifikan ketika kembali ke Indonesia, di mana ia terpaksa melakukan riset robotnya dengan perangkat yang murah.

"Selama di Keio university, riset yang pernah saya lakukan mengendalikan dua robot mobile manipulator dengan high speed camera, visual tracking, compliant control dan realtime bilateral atau haptics robot," katanya.

Namun di Indonesia, karena robot berbasis embedded system (mikrokontroller) yang dirisetnya menggunakan sarana ala kadarnya, maka, hanya menghasilkan kinerja dan presisi yang juga sekedarnya saja, ujarnya.

Menurut dia, setidaknya butuh biaya puluhan kali lipat untuk bisa mendapatkan kinerja sebaik yang pernah dilakukan di Jepang.

Sebagai contoh, sensor putaran di ohnishi lab menggunakan laser dengan presisi 360 / 80000 derajat. Sedangkan sensor putaran yang paling tinggi bisa digunakan di sini hanya 360 / 1500 derajat, ujarnya.

Memang di pasaran bisa didapat presisi 360 / 2500 derajat, namun perangkat untuk membacanya tidak bisa dibuat dengan komponen yang tersedia di pasaran Indonesia. (D009/A038)

Namun disisi lain Managing Director Lego Mikrobot, Bambang Rusli,mengatakan bahwa Penerapan teknologi robot di Indonesia masih belum maksimal, khususnya dalam bidang industri yang terasa masih sangat terbatas
Dikatakan, saat ini penerapan teknologi robot di Indonesia secara umum di bidang industri masih sangat terbatas dan disebabkan dua faktor yaitu tenaga ahli yang kurang dan biaya operasional yang mahal.
Perusahaan akan lebih memilih tenaga kerja manusia karena biayanya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tenaga kerja dalam bentuk robot, kata Bambang yang sudah enam tahun bergelut di bidang teknologi robot.
Dijelaskan, penerapan teknologi robot di bidang pendidikan justru sudah cukup besar. Meskipun begitu, penerapannya masih belum merata.
Tenaga pengajar maupun infrastruktur pendidikan Indonesia belum siap dengan penerapan teknologi robot.
Teknologi robot saat ini masih belum bisa diterapkan di Indonesia karena ketidaksiapan berbagai faktor, misalnya faktor pengangguran yang masih tinggi.
Secara financial, Indonesia juga masih belum siap dengan cost (biaya) yang harus dikeluarkan untuk penerapan teknologi tersebut, ujar Bambang.
Diharapkan pemerintah dapat lebih memberikan apresiasi dan perhatian terhadap para pelaku di bidang robotika, baik itu pencipta maupun pengguna. Dikatakannya, pemerintah juga harus memberikan edukasi dan memotivasi kreativitas masyarakat, khususnya anak-anak.
Meskipun begitu, antusiasme masyarakat terhadap robotika kian meningkat dari tahun ke tahun. Terbukti dari beberapa ajang kompetisi robot yang semakin diminati masyarakat.
Selain itu dukungan sekolah semakin besar terhadap penggunaan teknologi robot.Teknologi robot saat ini sangat dibutuhkan dalam bidang pendidikan, karena tuntutan globalisasi.
Anak-anak akan lebih semangat belajar jika dibarengi dengan bermain, misalnya dengan menggunakan lego.
Teknologi lego mikrobot, anak-anak menjadi semakin kreatif. Dijelaskannya, teknologi tersebut tidak hanya membuat anak-anak bisa belajar, tetapi teknologi tersebut juga merangsang mereka untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah. Dari berbagai sumber suaramedia.com

E-Nuvo, Robot Ramah Untuk Edukasi Anak Di Sekolah

E-Nuvo, Robot Ramah Untuk Edukasi Anak Di Sekolah
JEPANG (Berita SuaraMedia) - Perkembangan bidang robotik di Jepang memang cukup pesat.
Ambisi besar untuk memunculkan prototipe-prototipe robot humanoid memang sudah menjadi tujuan berbagai pihak di sana.
Ada yang tujuannya untuk bidang kesehatan, pusat perbelanjaan bahkan kini ada yang akan digunakan untuk tujuan edukasi.
Nippon Institute of Technology, bekerjasama dengan Harada Design, ZMP dan ZNUG Desain membangun sebuah robot humanoid.
Robot ini diberi nama E-Nuvo. E-Nuvo diperuntukkan untuk interaksi dengan murid-murid SD atau SMP
Robot ini didesain dengan ukuran tinggi 126 CM sesuai dengan ukuran murid-murid SD dan SMP.
Sehingga murid-murid SD dan SMP dapat mendemostrasikan dan merawat robot ini.
Robot humanoid ini diprogramkan untuk mendidik anak-anak dan dibuat seramah mungkin bagi lingkungan sekolah.
Sudah tentu ini akan membantu para pengajar untuk tetap bisa menangani kelas dengan baik.


Hmmmm, cukup menarik ya kalau di kelas ada robot yang bisa menemani kita belajar.
Tak hanya itu, robot ini juga mampu meningkatkan pembelajaran siswa dengan meningkatkan kesadaran tentang teknologi robot bipedal dan hubungannya dengan matematika dan fisika, sementara juga memberi mereka pengalaman dengan robot.
Diberitakan Plasticpals, robot ini memiliki dua buah kaki dan tangan serta kepala dengan total berat 15 kilogram.

Robot ini diaktifkan dengan sebuah baterai Lithium Ion. Robot ini dilengkapi dengan beberpa sensor yang meliputi kamera, pengukur kecepatan, gyro sensor, sensor deteksi penghalang, sensor jarak, dan sensor piezoelectric.

Robot ini dikembangkan dengn menggunakan Microsoft Robotika Developer Studio, dimana mahasiswa telah menggunakan untuk menguji kontrol algoritma untuk e - WALK NUVO robot.

vidio dapat dilihat dengan klik gambar di bawah ini
 http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=7dGOJtMebuc

Virtobot Mampu Melakukan Otopsi Tanpa Harus Membedah Jenazah

Virtobot Mampu Melakukan Otopsi Tanpa Harus Membedah Jenazah
SWISS (Berita SuaraMedia) - Invasiveness otopsi tradisional bisa segera menjadi hal di masa lalu.
Teknik terbaru ini disebut virtopsy, menggunakan kombinasi robotika dan MRI dan x-ray scan.

Peneliti di Universitas Bern, Swiss, sedang mengembangkan robot yang dapat membantu kerja tim forensik.
Robot bernama Virtobot ini dilengkapi pemindai yang dapat melakukan otopsi.

Virtobot dapat memberikan gambaran tiga dimensi luar dan dalam kadaver (jenazah) tanpa membedah jenazah itu dengan menggunakan teknologi pengimaji getaran magnetik (MRI) dan tomografi komputer (CT).
Penyebab kematian dapat diketahui bahkan bertahun-tahun setelah waktu meninggal.
Robot yang digunakan di laboratorium Virtopsy Institut Forensik Universitas Bern ini memproyeksikan cahaya ke tubuh jenazah yang diperiksa.


Dalam waktu bersamaan, Virtobot merekam kontur tubuh dengan menggunakan kamera digital berdefinisi tinggi dan mencitrakan tekstur kulit.

Untuk menyelesaikan virtopsy, foto robot tubuh diberi tanda untuk membantu menyesuaikan permukaan dan penggambaran internal scan. Menurut peneliti hasilnya adalah gambar tubuh 3 dimensi tidak hanya sangat akurat, tetapi juga memungkinkan untuk analisis di kemudian hari.

"Kemudian kami mengharmonisasikan imaji permukaan tubuh itu dengan data tiga dimensi bagian dalam tubuh," kata programer Virtobot, Lars Ebert seperti dikutip laman news-medical.

Ebert mengatakan memanfaatkan data yang kompleks seperti memungkinkan para penyelidik untuk belajar banyak tentang bagaimana cedera terjadi, seperti lokasi bahan peledak. Data dari teknik juga telah digunakan di pengadilan untuk embantu menentukan jenis senjata yang digunakan dalam serangan.
Kombinasi pencitraan medis, navigasi bedah, dan robot ini memungkinkan pengawetan kadaver dan otopsi bertahun-tahun kemudian ketika bukti baru ditemukan kembali. Guru Besar Institut Forensik, Profesor Michael Thali menyatakan bahwa Virtobot merupakan masa depan ilmu forensik.

China Segera Mengambil Sampel dari Mars ?

China Segera Mengambil Sampel Dari Mars
Beijing - (Berita SuaraMedia) - Tahun 2030 China berencana mengumpulkan sampel dari permukaan Planet Mars. Buat apa?
Seperti dikutip dari Rappler, pemerintah China melalui pimpinan ilmuwan untuk proyek orbit luar angkasa menyampaikan ke media mengenai rencana tersebut.
Ilmuwan bernama Ouyang Ziyuan dari pihak pemerintah China mengatakan bahwa misi itu nantinya bakal ada tiga tahap, yaitu: penginderaan jarak jauh, pendaratan dan eksplorasi, serta kembali ke Bumi.


Ouyang mengatakan bahwa rencana itu mungkin akan direalisasikan melalui pesawat tak berawak/satelit Cahng e-3, yang diperkirakan akan sampai di Bulan pada paruh kedua 2013.
Ouyang mengatakan bahwa pesawat tak berawak tersebut mungkin akan bisa membantu membangun jaringan telekomunikasi, yang mampu meliputi planet Mars. [ini]

Robot Pembunuh Reaper, Mampu Habisi Taliban Dalam Satu Pekan

Robot Pembunuh Reaper, Mampu Habisi Taliban Dalam Satu Pekan
NEVADA (Berita SuaraMedia) - Robot Royal Air Force (RAF) tak berpilot bisa membunuh Taliban dalam waktu satu minggu.
Pesawat kendali jauh ini telah menghancurkan musuh 124 kali dalam 29 bulan.

Misil Hellfire pesawat ini mampu menembus pelindung dan mengantui persembunyian Afganistan serta ahli bom-nya dan kendaraan yang mereka gunakan.

Sebanyak 33 serangan melibatkan bom laser 500lb (227 kg), diberitakan The Sun.

Pesawat bernama Reaper dan bisa terbang pada ketinggian 25 ribu kaki (7,6 km) serta membuat musuh tak menyadari telah jadi target. Video berisi rekaman pembunuhan pasukan Taliban menggunakan bom.

Kekuatan misil ini terungkap setelah The Sun mengajukan permintaan kebebasan informasi.


Bulan lalu, RAF bergabung dengan tentara khusus SAS dan SBS membunuh 64 komandan senior Taliban.
Setidaknya pada kuartal itu, Reaper memiliki peran penting.

Sumber mangatakan, Tim SAS dan SBS memerlukannya.
Menakjubkannya, pilot yang menerbangkan Reaper berteknologi tinggi ini mengendalikan pesawat ini dari jarak jauh bahkan tak berada di Afganistan.
Mereka ditempatkan di markas Creech US Air Force di Nevada.

Snakebot, Robot Ular Canggih Untuk Operasi Penyelamatan

Snakebot, Robot Ular Canggih Untuk Operasi Penyelamatan
PITTSBURGH (Berita SuaraMedia) - Seperti yang kita ketahui, pembangunan gedung atau jembatan adalah bukan pekerjaan mudah.
Tak jarang pula terjadi kecelakaan pada saat konstruksi sedang berjalan. Berangkat dari itu semua, dirancanglah Snakebot. Snakebot dapat menangani pekerjaan konstruksi yang berbahaya.

Snakebot ini dibuat oleh Biorobotics Lab Universitas Carnegie Mellon (CMU), Pittsburgh, Amerika Serikat. Seperti diberitakan Cnet, Snakebot dikatakan mampu melilit dirinya pada tiang, pepohonan maupun berjalan secara vertikal ke dalam pipa.

Snakebot yang berjalan secara meliuk-liuk itu bahkan mampu menggoyangkan buntutnya di atas pohon, melihat sekelilingnya melalui kepala berisi kamera dan yang lebih menakjubkan ia mampu bernyanyi lagu kebangsaan AS 'Star-Spangled Banner' yang membuatnya mendapat julukan 'Paman Sam'.

Bahkan, Snakebot rupanya juga telah digunakan dalam pelatihan bencana dan suatu saat nanti diharapkan dapat melakukan pencarian dan operasi penyelamatan pada kondisi lapangan yang tidak memungkinkan orang memasukinya.


Modular robot tersebut dibangun dari segmen sensor dan aktuator yang membuatnya bisa merubah ukuran panjang dan dengan mudah untuk dirakit ulang.

Peneliti di CMU mencatat bahwa pada percobaan memanjat pohon, Snakebot baru bisa memanjat pada pohon dengan lebar batang tertentu.

"Para peneliti bekerja untuk merancang, membangun dan memprogram robot ini"

"Namun masih banyak yang harus diperbaiki agar robot ini mampu memanjat pohon yang lebih tinggi dengan berbagai ukuran pohon dan memudahkan navigasi dari cabang dan kabel," ungkap pihak Universitas Carnegie Mellon.

vidio dapat  dilihat disini

ReWalk, Robot Bionik Israel Jadi Harapan Para Penderita Lumpuh

Rewalk, Robot Bionik Israel Jadi Harapan Para Penderita Lumpuh
TEL AVIV (Berita SuaraMedia) - Setelah lebih dari 1.500 tahun kursi roda ditemukan, kini harapan bagi penderita cacat atau lumpuh untuk berjalan kembali, dapat terwujud.

Sebuah perusahaan menggelontorkan sebuah baju robot yang memungkinkan seorang penderita lumpuh total bisa berjalan kembali.

Robot itu akan menopang total tubuh si penderita untuk berjalan.

Adalah ReWalk, produk robot remote-control keluaran Argo Medical Technologies yang memungkinkan semua ini terjadi. Rewalk menopang kaki si penderita lumpuh yang terdapat motor dan sensor badan.

Rewalk buatan Israel ini juga baru saja mendapat izin dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS).

Alat ini juga bisa membantu prajurit AS yang terluka dan menjadi lumpuh saat di medan perang bisa kembali berjalan.

"Ini sebuah pergeseran dari pengguna kursi roda yang konvensional ke tongkat penopang yang sangat revolusioner," tutur Amit Goffer, pencipta ReWalk dari Argo Medical Technologies seperti diberitakan Reuters.


Untuk mengontrol ReWalk, pengguna cukup menekan tombol kontrol yang dililitkan di pergelangan tangan. Apakah ingin duduk atau berjalan, ReWalk yang akan melakukan pekerjaan selanjutnya, badan pengguna cukup mengikuti.

Di bagian belakang terdapat seperti tas gendong yang berisi kotak kontrol berbasis komputerisasi. Fungsi tas gendong tersebut adalah selain menjadi pusat bekerja ReWalk juga menjadi pemberat yang menyeimbangkan tubuh.

Harga 'Rewalk' cukup mahal, yaitu hampir US$50 ribu (Rp 454 juta) per pasien. Namun bagi Radi Kalof, ada sesuatu yang jauh lebih berharga. "Saya akan bercerita tentang anak-anakku yang datang mengunjungi saya," katanya.

"Untuk saya, berdiri dan berjalan adalah hal yang tidak pernah saya impikan sebelumnya. Saya telah lumpuh total selama 20 tahun dan tidak pernah bermimpi bisa berjalan lagi," ujar Kalof, penderita lumpuh total yang menggunakan baju robot ini.

Robovie, Robot Untuk Membantu Anda Yang Doyan Belanja

Robovie, Robot Untuk Membantu Anda Yang Doyan Belanja
KYOTO (Berita SuaraMedia) - Bagi sebagian orang, khususnya para wanita, berbelanja adalah hal yang sangat menyenangkan.
Apalagi kalau sedang berburu diskon di pusat perbelanjaan, rasanya ingin turut serta memborong barang-barang yang dijajakan di sana.
Tapi tentu aktivitas tersebut akan menjadi membosankan kalau Anda berbelanja sendirian tanpa ada yang menemani. Butuh teman belanja yang siap menemani Anda memilih-milih apa yang ingin Anda belanjakan?
Tampaknya Robot Robovie siap melakukannya dengan senang hati untuk Anda. Robot ini memang bukan prototipe awal melainkan sudah prototipe kedua yang kini sedang dikembangkan di Advanced Telecommunications Research Institute International (ATR) di Jepang.
Untuk sementara robot ini akan bekerja sebagai asisten belanja Anda di supermarket Apita-Seikadai di Kyoto hingga Maret 2013 mendatang.
Robovie II. dibuat untuk mempermudah lansia ketika belanja. Tugas Robovie II adalah membawakan daftar belanja dan mengikuti pelanggan ke seluru toko. Ia juga bisa digunakan untuk membawakan barang-barang belanjaan.


Seperti diberitakan japantoday, percobaan itu ditujukan untuk mengumpulkan data untuk menyediakan penunjang mata pencaharian bagi para manula dengan menggunakan robot dan teknologi jaringan

Robot tersebut bisa bergerak mengelilingi pusat perbelanjaan selama pemiliknya berbelanja, pada suatu percobaan di Kyoto.Robovie-II juga bisa memberi salam kepada para pengunjung di pintu masuk pusat perbelanjaan dan mengikuti mereka menyusuri rak-rak barang sambil membawakan keranjang belanja dan mengingatkan mereka tentang daftar barang yang hendak dibeli, dimana para pengunjung pusat perbelanjaan sebelumnya bisa memasukkan daftar tersebut melalui perangkat khusus yang disediakan.
Robot ini dapat secara nirkabel menerima list barang-barang yang ingin Anda belanjakan. Selain itu robot humanoid ini akan membawakan keranjang belanja serta mampu membuat rekomendasi terhadap barang-barang yang saat ini kiranya Anda butuhkan untuk dibelanjakan.
Pada tahap percobaannya, robot ini terlihat sedang melayani wanita berumur 67 tahun berkeliling pusat perbelanjaan sembari membawakan keranjang belanjanya. Robovie mengatakan kepada wanita lansia tersebut bahwa buah yang ada di keranjang belanja yang dibawanya saat itu terlihat sangat lezat, si wanita pun menyetujuinya. Selanjutnya robot tersebut menyarankan wanita tersebut untuk membeli daun salada.
Robot Robovie besutan ATR kini sedang dikembangkan dalam beberapa mesin yang berbeda. Sebagian kini sudah digunakan sebagai monitor untuk mendeteksi kerumunan orang-orang yang tersesat, sementara sebagian lagi dijual bentuk miniaturnya.

Rabu, 18 Juni 2014

Skinput, Jadikan Kulit Anda Alat Pengganti Keyboard


Skinput, Jadikan Kulit Anda Alat Pengganti Keyboard
WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Banyak teknologi alternatif pengganti keyboard, mouse dan touchscreen, semuanya menarik dan punya kelebihan dan kekurangan tetapi bagaimana menurut anda dengan yang satu ini?
Skinput adalah teknologi terbaru yang sedang dikembangkan oleh Chris Harrison di Carnegie Mellon University dan Dan Morris & Desneay Tan di Microsofts research lab di Redmond, Washington.
Teknologi Skinput memanfaatkan kulit anda sebagai media untuk mengontrol komputer maupun gadget lainnya.
Dengan menggunakan sensor yang diletakkan di lengan, setiap sentuhan di setiap bagian akan dapat mengontrol banyak hal.
Sensor yang ada dapat membedakan kerasnya sentuhan di setiap titik sehingga perbedaan tersebut bisa digunakan untuk membedakan control yang diinginkan.


Teknologi ini juga bisa dipadukan dengan Pico Proyektor yang akan menampilkan menu di kulit anda dan kemudian bisa kita gunakan seperti sebuah keyboard atau gamepad kalau perlu.
Pico Proyektor atau lebih dikenal dengan PicoP. adalah suatu alat proyektor mini yang bisa menampilkan gambar maupun video dengan menggunakan 3 laser LED.

Komponen PicoP sendiri terdiri dari 3 laser LED ( warna hijau,biru dan merah), MEMS scanner,optik,dan elektronika. Keseluruhan unit PicoP ini berukuran panjang hanya kurang lebih 10 milimeter.Dan Laser proyektor ini mempunyai gambar yang beresolusi (850 x 480 piksel) setara dengan kualitas DVD.

PicoP ini bekerja dengan menembakkan sinar laser lewat sebuah cermin getar. Cermin getar itu lalu akan memantulkan sinar untuk menghasilkan piksel yang memberi bentuk pada gambar.

Kemudian Masing-Masing Warna Pixel tersebut dihasilkan dengan kombinasi pengaturan laser merah, biru dan hijau . Intensitas dari tiap sumber cahaya yang bervariasi dapat menghasilkan corak bayangan dan warna yang lengkap.

Sebagai contoh, pixels merah memerlukan laser yang berwarna merah, maka pada saat itu laser yang hanya berwarna merah yang dipakai sedangkan laser hijau dan biru sementara dimatikan. Untuk mendapatkan pixel ungu, laser biru dan merah dipakai sedangkan laser yang hijau sementara dimatikan.
Begitulah seterusnya untuk pengaturan warna pixel pada laser LED sehingga warna yang ditampilkan bisa begitu teratur dan sempurna. Dari berbagai sumber www.suaramedia.com